Seorang Kawan, Wiji Thukul

Linda Christanty

Seorang Kawan, Wiji Thukul

Situasi pasca pemilihan umum disambung krisis ekonomi membuat Jakarta terus memanas sampai November 1997 itu. Telepon tiba-tiba berdering dan seseorang di seberang sana berbicara dengan tergesa-gesa, “Linda, aku minta izin pulang ke Solo dulu, ya.” Dia adalah Wiji Thukul. Kalimat tersebut menjadi kalimat terakhirnya untuk saya, sebelum ia dinyatakan hilang bersama sejumlah aktivis politik yang diculik militer hampir tiga tahun lalu. Baca lebih lanjut

Iklan