Kisah KPAA dan Seanteronya dan Genderang Maut Semangat Bandung

Hersri Setiawan


Suatu ketika aku membaca dua tulisan bersambung perihal KPAA (Konperensi Pengarang Asia-Afrika) dari Bung Sobron Aidit dan Bung Z. Afif, baik dari situs jaringan pers sibernetika sana-sini, maupun dari kiriman pribadi penulis-penulis tersebut. Kedua sahabat itu sekarang sudah tidak ada lagi, Bung Afif meninggal di Swedia dan Bung Sobron di Paris.

Tulisan sobat-sobat lama itu bertajuk “Obrolan Malam KPAA”, beredar di orbit jejaring sana-sini pada tanggal 9 dan 10 Februari 2003. Lebih delapan tahun lalu! (artikel ini ditulis ulang 2012). Ketika itu juga aku lalu tergerak untuk ikut ‘buka suara’ barang satu-dua patah kata tentang perihal tersebut dalam tajuk. Tapi sesungguhnya hasratku untuk buka suara barang satu-dua patah kata perihal KPAA ini sudah timbul sebelumnya. Yaitu sekitar tanggal-tanggal dekat sesudah Agam Wispi meneruskan perjalanan kepenyairannya ke alam barzakh. Tanggal ia mulai menapaki lorong perjalanan keabadian itu pada 1 Januari 2003. Baca lebih lanjut

Iklan