Satu Mei, Buruh dan Delapan Jam Kerja

may-day-vs-labor_1367138224

“Kalau yang menjadi seorang Revolusionis adalah kaum intelektual, tidak akan dianggap kejahatan. Tetapi kalau yang menjadi seorang Revolusionis ternyata kaum miskin, itu akan dijadikan kejahatan.” – Samuel Fielden (pejuang Haymarket)

“Dari kematian perbudakan satu kehidupan baru bangkit seketika. Buah pertama Perang Sipil adalah agitasi delapan-jam.” — Karl Marx

“Sesungguhnya, sejarah mengandung banyak kisah yang memperlihatkan kepada kita akar dari radikalisme kita. Ketika kita mengenang bahwa orang ditembak supaya kita dapat memperoleh 8-jam hari kerja; jika kita mengetahui bahwa rumah-rumah dengan keluarga yang berdiam di dalamnya dibakar habis agar kita dapat menikmati Sabtu sebagai hari libur di akhir pekan; ketika kita mengingat para korban kecelakaan kerja berusia 8 tahun yang ikut berderap di jalan memrotes keadaan kerja dan buruh anak lalu dipukuli polisi dan preman-preman pabrik, kita memahami bahwa kita tidak dapat menganggap keadaan kita sekarang sebagai sesuatu yang sudah selayaknya kita miliki – orang-orang berjuang untuk hak-hak dan martabat yang kita nikmati hari ini, dan masih banyak lagi yang harus diperjuangkan. Pengorbanan begitu banyak orang tidak dapat dilupakan begitu saja atau kita akan kembali harus bertarung untuk merebut yang sudah kita peroleh sekarang. Karena itulah kita merayakan May Day!   — Eric Chase (IWW, 1993)

Baca lebih lanjut

Iklan