Menunggu Thukul Pulang

Hanya ada satu kata: lawan!

Oleh: Gita Widya Laksmini

TANPA terasa lima tahun berlalu sudah dari Peristiwa 27 Juli 1996, ketika markas besar Partai Demokrasi Indonesia (PDI) diserbu polisi, tentara, dan massa bayaran. Salah satu lembar sejarah Indonesia ini tercoreng tinta hitam saat terjadi pengambilalihan sekretariat PDI yang diikuti pengrusakan dan pembakaran. Berdasarkan laporan Komisi Nasional Hak-hak Asasi Manusia pada Oktober 1996, tercatat lima orang meninggal dunia, 149 luka-luka, dan 23 orang hilang. Salah seorang yang tak kunjung pulang adalah Wiji Thukul. Baca lebih lanjut

Iklan