Cina di Indonesia

07-Dec-95

CINA DI INDONESIA
(Potongan dari ‘cerita’ Prof. Ben Anderson, yang dikisahkan tgl 27 Des. 1995 di Ithaca.)

Ketika saya paling akhir diperbolehkan berfoya2 di Tanah Air- hampir 23 taon yang lalu – pada suatu malam saya nongkrong ngobrol2 dengan temen2 di salah satu warung di kota Sala. Tahu2 pembicaraan kami pindah ke topik “kuburan cino.” Dari pembicaraan itu muncul ungkapan bahwa “si cino” itu tidak berhak beristirahat untuk selamanya di bumi Indonesia tanpa gangguan, sehingga “layak digusur.” Timbullah beberapa pertanyaan di benakku: mengapa “kuburan cino” perlu digusur, dan kapan bertumbuh fantasi keblinger ini. Baca lebih lanjut

Iklan

Ben Anderson tentang Perobahan Politik

To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@Radix.Net
Subject: [INDONESIA-L] BEN ANDERSON TENTANG PEROBAHAN POLITIK 1999 (1/4)
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

BEN ANDERSON TENTANG PEROBAHAN POLITIK 1999

PERMAINAN ELITE

T: PDI-P mendapat 34% pemilih (1 dari 3), tetapi hanya mendapat 22% kursi (1
dari 5) di MPR. Akibatnya suara dan keinginan elite dalam Sidang Umum 1999
itu berbeda dengan suara dan keinginan rakyat banyak. Peraturan dan tata
tertibpemilihan presiden memang sudah dijalankan dalam SU-99. Tapi
mengikutiperaturan tidak berarti demokrasi dijalankan. Itu antara lain yang
kami tangkap dari pemikiran Hermawan Sulistyo dari LIPI. Bagaimana memahami persoalan yangkait berkait ini? Antara suara pemilih, kursi di MPR, peraturan dijalankan tetapi tidak berarti demokrasi diterapkan. Baca lebih lanjut

Ben Anderson tentang Masa Transisi

Date: Sat, 17 Jan 1998 17:18:17 -0500 (EST)
To: apakabar@clark.net
From: ba16@cornell.edu (Ben Abel)
Subject: IND: Ben Anderson ttg masa (1/2)

BEN ANDERSON TENTANG MASA TRANSISI

NYARI BAHASA

T: Beberapa hari ini keadaan di Indonesia cukup tegang. Di kota-kota
mereka yang punya duit bisa borong bahan makanan. Orang kecil bengong —
apalagi yang sudah dipecat, nggak punya kerjaan lagi — karena nggak punya
duit buat borong. Lalu untuk dapat “sebako” (sembilan bahan pokok)
sehari-hari itu sudah susah dan harus antri. Disisi lain, suara protes
dari tokoh masyarakat seperti Amien Rais, Megawati, jenderal pensiunan,
intelektual, dsb, itu semakin keras, semakin blak-blakkan dan semakin
sering dimuat media. Tapi sebagian orang kecil justru jadi sinis. Beberapa
bilang, “Aachh! Omong doang!” Sebagian lagi sudah begitu marah lalu jadi
gampang kalap. Seperti yang terjadi di Bandung hari Senin lalu (5 Jan).
Bagaimana Pak Ben memahami empat gejala ini: ekonomi makin anjlok, omongan para tokoh makin keras, media makin berani dan orang kecil makin marah? Baca lebih lanjut

Ben Anderson tentang Lengser Keprabon

Date: Tue, 25 Nov 1997 12:03:58 -0500 (EST)
To: apakabar@clark.net
From: ba16@cornell.edu (Ben Abel)
Subject: IND: Ben Anderson ttg Lengser Keprabon (1/4)

BEN ANDERSON TENTANG “LENGSER KEPRABON”

Ben Anderson adalah guru ilmu politik di Cornell. Kami mulai wawancara
panjang ini dengan membahas keadaan sekarang, lalu coba melihat pidato
“Lengser Keprabon” itu dalam konteksnya. Menurut Pak Ben, “Kalau Suharto
ngomong secara spontan selalu yang nampak adalah kejawennya. Dari mulut dan
benaknya keluar konsep-konsep yang sama sekali tidak berhubungan dengan jaman modern. Kalau mau pakai bahasa kasar, dia itu lagi kebadaran.” Baca lebih lanjut

Profesor Ben Anderson Tentang G30S

Date: Fri, 04 Jun 1999 16:09:18 +0300
From: “Dany Sinaga”
Cc: freemail@egroups.com, indomailling@egroups.com
Subject: Profesor Ben Anderson tentang G-30S

Assalamu’alaikum wr.wb,

Pewaris tahta Orde Baru: Presiden Habibie memikul beban yang sangat berat
yaitu “harus terpilih sebagai presiden 1999-2004”. Beban dipundak Habibie
terutama berasal dari sang suhu: Soeharto untuk membebaskan sang suhu dan
Habibie dari dakwaan KKN selama rezim Soeharto dan mencegah kembalinya
SOEKARNOIS ke puncak kekuasaan. Baca lebih lanjut