Pidato Albert Parsons, salah satu tokoh perlawanan Haymarket

(Di Pemogokan Besar Rel KA di Martinsburg, West Virginia, 23 Juli 1877)

 

albert parsons

Kita berkumpul di sini sebagai pasukan kelaparan yang megah. Kawan-kawan buruh, mari kita mengingat kembali bahwa di republik yang telah diwariskan oleh para pendahulu kita sejak 1776, bahwa saat kita masih memiliki republik kita punya harapan. Rakyat Amerika merunduk dengan rasa malu dan lapar. Ketika aku mengatakan rakyat Amerika, yang kumaksud adalah tulang punggung negeri ini – mereka yang mengolah tanah, yang menjalankan mesin, yang menenun benang dan menjaga punggung orang-orang beradab. Kita adalah bagian dari orang-orang tersebut.

Kita berkumpul di sini malam ini untuk menimbang keadaan kita. Kita berkumpul bersama malam ini, jika mungkin, untuk menemukan cara-cara yang dapat mengusir kemuraman raya yang menyelubungi republik kita, dengan harapan sekali lagi cahaya kebahagiaan dapat ditebarkan pada wajah bumi yang luas ini.

Masa-masa menyenangkan tak akan pernah datang ke negeri ini kecuali jika penganggur memperoleh pekerjaan. Apa yang dapat kita lakukan dengan para penganggur? Apakah kita akan mencomot dan menembak mereka? Apakah kita akan membiarkan mereka mati begitu saja? Baca lebih lanjut

Memperkuat Barisan Buruh Indonesia

153370_peringatan-hari-buruh_663_382

Hari ini, 1 Mei, rakyat Indonesia merayakan Hari Buruh Se-Dunia. Konteks perayaan Hari Buruh kali ini agak khusus. Untuk pertama kalinya dalam sejarah sejak Orde Baru berkuasa pada 1966 dan 15 tahun reformasi, Hari Buruh kembali menjadi hari libur nasional. Menariknya, ketika pemerintah memutuskan Hari Buruh sebagai hari libur setahun berselang, itu adalah tuntutan paling belakang dari rangkaian perjuangan kaum buruh di Indonesia. Tuntutan utama perjuangan kaum buruh, yaitu penghapusan sistem rekrutmen alih daya, dan/atau sistem pemborongan pekerjaan (outsourcing), tidak sepenuhnya dilaksanakan oleh pemerintah. Kendati ada Peraturan Menteri Tenaga Kerja untuk membatasi pelaksanaan outsourcing namun tidak kelihatan jelas pelaksanaannya. Hampir tidak ada sanksi memaksa bagi perusahaan-perusahaan yang memberlakukan sistem rekrutmen tersebut sehingga sistem itu masih berjalan dengan selamat di negeri ini walaupun kaum buruh terus melancarkan perlawanan. Baca lebih lanjut