Orang-Orang Kita di Jakarta

Oleh: Allan Nairn

The Nation (USA), 15/22 Juni 1998

Pada saat kediktatoran Suharto tumbang secara tiba-tiba pada tanggal 21 Mei, ABRI gelagapan mencoba mempertahankan negara polisi mereka. Ketimbang membiarkan Suharto turun oleh protes massa yang dijadwalkan bermunculan di jalanan, Panglima ABRI Jendral Wiranto mengancam para mahasiswa dengan kemungkinan serangan ala “Tiananmen”, dan kemudian membujuk Suharto untuk mundur dengan tenang. Baca lebih lanjut

Iklan

Mereka yang “Hilang” di Indonesia

Oleh: Allan Nairn

The Nation (USA), 8 Juni 1998

Pada tanggal 20 Mei, ketika isyu beredar bahwa Jendral Suharto akan turun dan puluhan ribu demonstran menunjukkan tanda-tanda tidak akan menerima janji-janjinya tentang “transisi”, panser bergerak menyebar di seluruh penjuru ibukota dan para jendral memamerkan kekuasaannya. Minggu ini Allan Nairn menyajikan laporan tentang satu aspek baru dalam hal kesepakatan antara pemerintah Amerika Serikat dan angkatan bersenjata yang mendukung sang diktator.

— Editor

———————————-

Pada musim semi ini, sesaat sebelum Jakarta meledak oleh berbagai kerusuhan, puluhan aktifis pro demokrasi Indonesia tiba-tiba “menghilang” dari Jakarta dan beberapa kota lainnya. Di tengah-tengah gencarnya protes masyarakat, pihak ABRI demikian juga wakil pemerintah Amerika Serikat menyatakan bahwa mereka tidak tahu menahu tentang penculikan tersebut. Mereka bahkan turut mendukung tuntutan masyarakat supaya diadakan investigasi terhadap kasus hilangnya para aktifis ini. Baca lebih lanjut

Dan Lev tentang Persiapan Pemilu

Date: Thu, 08 Apr 1999 14:45:12 -0400
To: apakabar@radix.net
From: Ben Abel
Subject: IND: Dan Lev ttg persiapan PEMILU (1/7)

DAN LEV TENTANG PERSIAPAN PEMILU

JAMAN PARPOL

T: Sudah lebih dari 100 parpol muncul. Ada yang baru lahir, ada juga titisan dari parpol lama. Bagaimana Pak Dan memahami munculnya mereka? Apa latar belakangnya? Dan apa maknanya dari sudut politik? Baca lebih lanjut

Ben Anderson tentang Perobahan Politik

To: indonesia-l@indopubs.com
From: apakabar@Radix.Net
Subject: [INDONESIA-L] BEN ANDERSON TENTANG PEROBAHAN POLITIK 1999 (1/4)
Sender: owner-indonesia-l@indopubs.com

BEN ANDERSON TENTANG PEROBAHAN POLITIK 1999

PERMAINAN ELITE

T: PDI-P mendapat 34% pemilih (1 dari 3), tetapi hanya mendapat 22% kursi (1
dari 5) di MPR. Akibatnya suara dan keinginan elite dalam Sidang Umum 1999
itu berbeda dengan suara dan keinginan rakyat banyak. Peraturan dan tata
tertibpemilihan presiden memang sudah dijalankan dalam SU-99. Tapi
mengikutiperaturan tidak berarti demokrasi dijalankan. Itu antara lain yang
kami tangkap dari pemikiran Hermawan Sulistyo dari LIPI. Bagaimana memahami persoalan yangkait berkait ini? Antara suara pemilih, kursi di MPR, peraturan dijalankan tetapi tidak berarti demokrasi diterapkan. Baca lebih lanjut

Dan Lev tentang Parpol dan Ormas

Date: Mon, 14 Dec 1998 07:53:59 -0500 (EST)
To: apakabar@radix.net
From: ba16@cornell.edu (Ben Abel)
Subject: Dan Lev ttg parpol & ormas (1/2)

BAGIAN-1

PARPOL DAN ORMAS

PERBEDAAN, PERSAMAAN DAN HUBUNGAN
T: Setelah jatuhnya Suharto banyak muncul diskusi soal parpol dan ormas.
Kemudian banyak orang ingin mendirikan partai politik. Apakah memang perlu
orang Tionghoa mendirikan parpol sendiri? Apakah kaum buruh, petani
ataukah kaum perempuan harus punya parpol sendiri?. Nampak masih belum
jelas sekali pemahaman parpol dan ormas. Apa beda utama antara parpol dan
ormas dan bagaimana memahami persamaan, perbedaan dan juga hubungan antara keduanya. Baca lebih lanjut