Reformasi Penyelesaian Masalah Minoritas

Date: Mon, 22 Jun 1998 00:52:26 -0700 (PDT)

Oleh: Siauw Tiong Djin – Juni 1998

Turunnya Suharto dari kedudukan Presiden RI pada tanggal 21 May 1998 yang lalu telah membuka peluang besar untuk rakyat Indonesia memasuki era baru dalam sejarahnya, era Reformasi. Para pejuang Reformasi dari semula menuntut terlaksananya Reformasi Total, yang mempunyai arti yang sangat luas. Yang dimaksud dengan Reformasi Total tidak bisa tidak berarti perombakan sistim yang strukturil, dari yang tidak baik menjadi baik, dari yang baik menjadi lebih baik.

Perombakan perombakan yang bersifat strukturil ini baru bisa berhasil bilamana para pejuang Reformasi di Indonesia mempunyai kesungguhan (commitment), ketekad bulatan (determination), dedikasi penuh dan kesadaran penuh akan apa yang harus dirombak, apa yang harus ipertahankan dan apa yang harus diperbaiki. Baca lebih lanjut

Iklan

Menuju Indonesia yang Baik dengan Ter-realisasi-nya ‘Bhineka Tunggal Ika’

CERAMAH SIAUW GIOK TJHAN DI SEMINAR PPI BELANDA

Di bawah ini adalah naskah ceramah alm. Siauw Giok Tjhan di Seminar P.P.I. di Negeri Belanda pada bulan September 1981. Siauw Giok Tjhan, yang pernah ditahan selama 13 tahun oleh rejim Soeharto tanpa proses pengadilan, adalah seorang tokoh pejuang kemerdekaan nasional Indonesia sejak awal tahun 1930-an. Dedikasinya kepada perjuangan rakyat, kepada kesatuan dan persatuan nasional bangsa Indonesia, diwarnai oleh integritas moral dan politik. Siauw pernah jadi menteri R.I. yang bertugas mengumpulkan ‘funds and forces’ pada tahun-tahun pertama Republik proklamasi, pernah jadi anggota DPRGR, MPRS dan DPA. Almarhum adalah pemimpin Baperki, pendiri Universitas Res Republica. Baca lebih lanjut

Masalah ‘Non-Pri’

Date: Sat, 8 Nov 1997
From: Garuda Nusantara
Masalah “Non-Pri”

bag.: 1

INTEGRASI WAJAR Jalan pemecahan masalah Tionghoa yang baik!
Oleh: Garuda.N.

Catatan: Sekalipun istilah „Cina” sudah banyak digunakan dalam pembicaraan dan tulisan, akan tetapi di sini penulis menggunakan istilah Tiongkok dan Tionghoa, karena istilah „Cina” diawali dengan maksud untuk melecehkan golongan etnik ini, sesuatu yang bertentangan dengan HAM dan asas Bhineka Tunggal Ika. Baca lebih lanjut

Etnis Tionghoa adalah Bagian Integral Bangsa Indonesia

ETNIS TIONGHOA ADALAH BAGIAN INTEGRAL BANGSA INDONESIA

(Disampaikan pada Diskusi Akbar yang diselenggarakan Perhimpunan INTI Jakarta pada tanggal 27 April 2002, bertempat di Hotel Mercure Rekso, Jakarta.)

Oleh : Benny G.Setiono

Peran politik etnis Tionghoa di Indonesia.

Ketika pada tahun 1293 kaisar Kubilai Khan dari dinasti Yuan (1280-1367) memerintahkan pasukannya untuk menyerbu pulau Jawa dan memberi pelajaran kepada raja Kartanegara dari kerajaan Singosari yang dianggap membangkang, ternyata di sepanjang pesisir utara pulau Jawa telah ditemukan koloni-koloni pemukiman etnis Tionghoa. Orang-orang Tionghoa ini yang berasal dari propinsi Hokkian di daratan Tiongkok, pada umumnya adalah para pedagang perantara, petani dan tukang-tukang kerajinan yang hidup dengan damai bersama penduduk setempat. Kemudian sebagian prajurit pasukan Kubilai Khan yang terdiri dari orang-orang Tionghoa yang direkrut dari propinsi Hokkian tidak mau kembali ke daratan Tiongkok. Mereka takut menghadapi ancaman hukuman, karena pasukannya tertipu masuk perangkap Raden Wijaya dan berhasil dihancurkan. Sebelumnya Raden Wijaya dengan bantuan pasukan Kubilai Khan berhasil mengalahkan pasukan Singosari dan setelah itu ia mendirikan kerajaan Majapahit. Selain itu banyak anggota pasukan Kubilai Khan yang takut menghadapi pelayaran kembali ke daratan Tiongkok yang penuh bahaya alam dan perompak. Akhirnya mereka memilih untuk menetap di pesisir utara pulau Jawa dan menikah dengan perempuan-perempuan setempat. Merekalah yang mengajarkan cara-cara membuat bata, genting, gerabah dan membangun galangan kapal perang serta teknologi mesiu dan meriam-meriam berukuran besar dan panjang. Baca lebih lanjut

Akar Masalah Sentimen Anti Cina

Oleh : DR. Wong Chin Na, SE,Ak,MBA

Part ( 01 / 10 )
Awal Januari 1998

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air.

Polemik masalah Cina di forum Apakabar dewasa ini, telah berkembang menjadi tulisan-tulisan yang sifatnya menghasut, baik yang ditulis oleh kalangan pribumi maupun yang ditulis oleh keturunan Cina sendiri. Tulisan-tulisan seperti ini sangat berbahaya dan mudah dimanfaatkan oleh unsur-unsur tertentu untuk mengacaukan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Kalau kita tidak ingin negara kita bertambah kacau, marilah kita secara sadar berusaha mencegah timbulnya kekacauan yang lebih parah dengan cara menghentikan tulisan yang tak tentu arahnya tersebut dan merubahnya menjadi suatu diskusi yang sehat yang didasari oleh suatu tujuan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Baca lebih lanjut

Cina di Indonesia

07-Dec-95

CINA DI INDONESIA
(Potongan dari ‘cerita’ Prof. Ben Anderson, yang dikisahkan tgl 27 Des. 1995 di Ithaca.)

Ketika saya paling akhir diperbolehkan berfoya2 di Tanah Air- hampir 23 taon yang lalu – pada suatu malam saya nongkrong ngobrol2 dengan temen2 di salah satu warung di kota Sala. Tahu2 pembicaraan kami pindah ke topik “kuburan cino.” Dari pembicaraan itu muncul ungkapan bahwa “si cino” itu tidak berhak beristirahat untuk selamanya di bumi Indonesia tanpa gangguan, sehingga “layak digusur.” Timbullah beberapa pertanyaan di benakku: mengapa “kuburan cino” perlu digusur, dan kapan bertumbuh fantasi keblinger ini. Baca lebih lanjut