Pidato Albert Parsons, salah satu tokoh perlawanan Haymarket

(Di Pemogokan Besar Rel KA di Martinsburg, West Virginia, 23 Juli 1877)

 

albert parsons

Kita berkumpul di sini sebagai pasukan kelaparan yang megah. Kawan-kawan buruh, mari kita mengingat kembali bahwa di republik yang telah diwariskan oleh para pendahulu kita sejak 1776, bahwa saat kita masih memiliki republik kita punya harapan. Rakyat Amerika merunduk dengan rasa malu dan lapar. Ketika aku mengatakan rakyat Amerika, yang kumaksud adalah tulang punggung negeri ini – mereka yang mengolah tanah, yang menjalankan mesin, yang menenun benang dan menjaga punggung orang-orang beradab. Kita adalah bagian dari orang-orang tersebut.

Kita berkumpul di sini malam ini untuk menimbang keadaan kita. Kita berkumpul bersama malam ini, jika mungkin, untuk menemukan cara-cara yang dapat mengusir kemuraman raya yang menyelubungi republik kita, dengan harapan sekali lagi cahaya kebahagiaan dapat ditebarkan pada wajah bumi yang luas ini.

Masa-masa menyenangkan tak akan pernah datang ke negeri ini kecuali jika penganggur memperoleh pekerjaan. Apa yang dapat kita lakukan dengan para penganggur? Apakah kita akan mencomot dan menembak mereka? Apakah kita akan membiarkan mereka mati begitu saja?

Kawan-kawan buruh, ada jalan untuk mengatasi persoalan ini dengan cara-cara damai. Katakanlah, misalnya, ada pekerjaan untuk seratus orang. Ada dua ratus orang yang dapat mengerjakannya. Jika seratus orang bekerja untuk empatbelas jam sehari, mari kita kurangi jumlah jam kerja atau pekerjaan itu separuhnya, lalu kita membentuk kombinasi, dan meminta upah yang kita inginkan. Untuk melakukan hal ini kita harus menggabungkan semacam organisasi kerja. Dan kalau kita dapat membentuk kombinasi kita akan dapat memperoleh enam jam kerja sebanding dengan kita dulu memperoleh duabelas jam kerja. Kita harus membuat undang-undang mengenai jam kerja. Setiap majikan dan kapitalis dan pemonopoli dan raja jalur kereta api dan setiap orang yang tertarik dengan buruh akan menentang kita dalam gerakan ini. Dan juga kaum kaya pemalas itu, yang hidup dari kekuatan kita.

Mari kita pahami posisi kita. Jika kita kurangi jam kerja kita, para majikan dan kapitalis akan segera membeli mesin lain untuk menyingkirkan kita. Mari kita segera mengurangi jam kerja sekali lagi, dan dengan demikian kita dapat berpacu dengan mereka. Kita harus ingat bahwa kita dapat membantu kelas yang memproduksi kekayaan untuk menikmati peradaban dengan mengurangi jam kerja. Dengan demikian menjadi mungkin bagi kelas buruh untuk belajar tentang puisi dan lukisan. Tetapi seseorang yang bekerja empatbelas jam sehari tidak akan jadi apa-apa kecuali orang terbelakang dan bodoh. Jika kita terorganisir kita akan dapat melanjutkan perjuangan dengan baik.

Mari kita bertarung untuk para istri dan anak-anak kita, karena perjuangan ini adalah soal roti dan daging. Mari pasukan buruh yang jaya ini menyatakan siapa yang seharusnya mengisi ruang-ruang legislatif di negeri ini. Sekarang kalau kita sudah lakukan hal ini kita dapat pergi bekerja dan bersatu sebagai satu orang; dapat pergi ke kotak pemilihan suara, dan nyatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat harus menjadi pemilik seluruh jalur kereta api di negeri ini. Jika orang pergi bekerja dan mengambil alih jalur kereta api dan telegraf kita sudah mencabut sengat dari mulut-mulut Jay Gould dan Tom Scott, dan mereka tidak dapat lagi menyengat kita sampai mati. Kita akan rebut dari tangan mereka alat-alat yang mereka gunakan untuk memperbudak kita. Janganlah kita lupa kenyataan bahwa seluruh kekayaan dan peradaban datang dari kerja, dan kerja semata. Janganlah kita lupa bahwa ketika kita bekerja selama sepuluh jam setiap hari kaum kapitalis mencatut nilai tujuh jam kerja untuk mengisi kantong mereka. Sekarang terserah kalian untuk mengatakan apakah kita akan membiarkan kaum kapitalis untuk melanjutkan pencolengan ini, atau kita harus mengorganisir diri. Maukah kalian berorganisasi? Baiklah, maka daftarkan namamu dalam pasukan buruh yang jaya, dan jika kaum kapitalis memilih berperang melawan hak-hak kita, maka kita harus melawan mereka dengan seluruh daya yang telah diberikan Tuhan kepada kita.

 

800px-Harpers_8_11_1877_Blockade_of_Engines_at_Martinsburg_W_VA

Sumber:
“Illinois: The Voice of Labor,” Labor Standard 3(14) (11 August 1877): 2.

Satu pemikiran pada “Pidato Albert Parsons, salah satu tokoh perlawanan Haymarket

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s