Djangan Takoet

Mas Marco Kartodikromo

(Sinar Djawa, Kamis 11 April 1918, No. 82)

Soenggoehpoen amat berat orang bergerak memihak kepada orang jang lemah (orang jang tertindas), lihatlah adanja pemogokan jang beroelang oelang diwartakan dalam Sinar ini. Di sitoe soedah menoendjoekkan bilangannja berpoeloeh-poeloeh korban itoe pemogokan, inilah memang soedah seharoesnja. Sebab melawan kaoem jang mempoenjai pabrik pabrik itoe sama artinja dengan melawan pemerentah jang tidak adil. Kalau kami menilai hal itoe saja laloe ingat boenjinja boekoe: “Om leven en vrijheid” dan “Zes maanden onder de commando’s, boekoe-boekoe itoe menoendjoekkan betapa haibatnja peperangan antara orang Inggris dan orang Belanda (booren) ada di Zuid-Afrika. Karena pada masa itoe orang-orang jang ada di Zuid-Afrika (Kaapstad, Bloemfontein enz) merasa dihinakan oleh pemerentah Inggris. Lantaran hal ini, maka di sitoe timboellah peperangan soeara (soerat kabar) jaitoe fehaknja Pemerentah dan fehaknja ra’jat. Tida djarang lagi kalau pada itoe waktoe Pemerentah Inggris memberi bantoean beberapa soerat kabar jang terbit di Zuid Afrika, soepaja soerat-soerat kabar itoe bisa memehak kepada Pemerentah Inggris. Barangkali Pemerentah sendiri djoega membikin soerat kabar, sengadja diboeat melawan soeara ra’jat, inilah soedah boleh ditentoekan. Toean pembatja kami kira bisa mengira sendiri, seberapa beratkah pikoelan Redacteur-Redacteur itoe jang memehak kepada ra’jat di dalam itoe djaman peperangan soeara di Zuid Afrika? Walaupoen begitoe, banjak anak anak moeda jang dengan soekanja sendiri toeroet membantoe itoe soerat kabarnja ra’jat, meskipoen dia tahoe djoega, bahwa bantoeannja itoe hanja kekoeatan jang ketjil sekali. Tetapi kekoeatan ketjil itoe kalau bertimboen-timboen djadi kekoeatan jang besar!

Apakah sebabnja itoe peperangan? begitoe barangkali seorang toean pembatja bertanja. Ja, tidak lain itoe peperangan djoega reboetan makan, hidoep, kekajaan, kemanoesiaan enz. enz, adapoen jang membikin besar itoe peperangan, sebab reboetan parit mas (goudmijmen). Itoe waktoe banjak bangsa Inggris jang lebih soeka memehak kepada bangsa Belanda (boeren), kerna berboeatan Inggris itoe masa dipandang tidak adil oleh bangsanja sendiri. Begitoe djoega waktoe petjah perang, banjak bangsa Inggris jang toeroet perang mati matian memehak kepada booren. Begitoelah orang jang tebal kemanoesiaannja, dia tidak pandang bangsa, tetapi memandang kebaikan dan kedjahatan! Meskipoen bangsa sendiri kalau soedah terang djahat djoega dibinasakan, begitoe sebaliknja. Tidak sadja pada itoe waktoe bangsa Inggris sama melawan bangsanja sendiri, tetapi bangsa Duitsch dan Franch djoega ada jang membalas kepada orang Belanda (boeren).

Sekarang kami hendak membitjarakan tentang peperangan soeara ditanah kita Hindia jang seperti djemeroetini. Apakah peperangan mentjari makan di Hindia sini achirnja djoega seperti peperangan mentjari makan di Zuid Afrika? Inilah misih djadi pertanjaan jang tidak moedah didjawab! Kami tahoe ada djoega bangsa kita anak Hindia jang lebih soeka memehak kaoem oeang dari pada memehak bangsanja jang soedah tertindas setengah mati, maar … djangan poetoes pengharapan pembatja! Disini ada banjak sekali anak-anak moeda jang berani membela kepada rajat, dan kalau perloe sampe berbatas jang penghabisan. Dari itoe kita orang tidak oesah takoet dengan bangsa kita makhloek jang lidahnja pandjang, lidah mana jang hanja, perloe diboeat mendjilat makanan jang tidak banjak, dan dia bekerdja diboeat masin melawan bangsanja sensiri jang ini waktoe masih djadi indjak-indjakan. Bangsa apakah orang sematjam ini?! Itoelah toean pembatja bisa kasih nama sendiri! Sekarang ada lagi pertanjaan, jaitoe tidak saban orang bisa mendjawab itoe pertanjaan: Apakah di Hindia sini ada soerat kabar jang dibantoe oleh kaoem oeang, soepaja itoe soerat kabar bisa melawan soerat kabarnja rajat? Ada! Tetapi nama soerat kabar itoe pembatja bisa mentjari sendiri.

Dari itoe saudara-saudara dan sekalian pembatja, soenggoehpoen berat sekali kita bertandingan boeat menghela bangsa kita jang amat tertindas, sebab ketjoeali kita mesti berani bertanding dengan kaoem oeang, dengan bangsa kita sendiri jang lidahnja pandjang. Djadi sesoenggoehnja pada ini waktoe kita orang tidak bisa tjoema memegangi kebangsa’an (nationalisme sadja, sebab bangsa kita masih ada jang djadi berkakas, melawan kepad kita sendiri. Djadi seharoesnja kita djoega mesti mempoenjai hati kemanoesia’an (socialisme). Ingatlah siapa jang menindas kita? ……. tetapi …..

Lain dari itoe, kita memberi ingat kepada saudara-saudara, djanganlah soeka membatja sembarang soerat kabar, pilihlah soerat kabar jang betoel-betoel memihak kepada kamoeorang, tetapi jang tidak memihak kepada kaoem oeang Sebab kalau tidak begitoe, soedah boleh ditentoekan, achirnja kita orang Hindia tentoe akan terdjeroemoes di dalam lobang kesengsara’an jang amat hina sekali.

Achir kalam, kami berkata; NGANDEL, KENDEL, BANDEL, itoelah gambar hatinja manoesia jang tidak memandjangkan lidahnja, tetapi menoendjoekkan giginja jang amat tadjam, dan kalau perloe …

 

sumber: https://www.facebook.com/notes/edi-cahyono/marco-djangan-takoet-sinar-djawa-kamis-11-april-1918-no-82/283862258401786

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s