Category: Orba
Saya tidak Pernah Jadi Budak
Tempo NO. 04/XXVIII/30 Mar – 5 Apr 1999
PRAMOEDYA Ananta Toer, sastrawan terkemuka asal Blora, itu banyak menghabiskan hidupnya di penjara. Pada zaman revolusi kemerdekaan, ia mendekam di penjara Bukitduri, Jakarta, dan baru bebas merdeka pada 1949.
Pada masa Orde Lama, ia menentang peraturan yang mendiskriminasi keturunan Cina, dan akibatnya ia masuk lagi ke ”hotel prodeo”. Setelah pecah G30S-PKI, Pram yang anggota Lembaga Kebudayaan Rakyat-onderbouw Partai Komunis Indonesia-ditangkap dan dibuang ke Pulau Buru sampai tahun 1979. Siksaan dan kekerasan adalah bagian hari-harinya di tahanan. Setelah bebas pun, Pram masih menjalani wajib lapor setiap minggu di instansi militer. Belum lama ini, Pram membuat kejutan: bergabung dengan Partai Rakyat Demokratik (PRD). Lanjut membaca
Ben Anderson tentang Masa Transisi
Date: Sat, 17 Jan 1998 17:18:17 -0500 (EST)
To: apakabar@clark.net
From: ba16@cornell.edu (Ben Abel)
Subject: IND: Ben Anderson ttg masa (1/2)
BEN ANDERSON TENTANG MASA TRANSISI
NYARI BAHASA
T: Beberapa hari ini keadaan di Indonesia cukup tegang. Di kota-kota
mereka yang punya duit bisa borong bahan makanan. Orang kecil bengong –
apalagi yang sudah dipecat, nggak punya kerjaan lagi — karena nggak punya
duit buat borong. Lalu untuk dapat “sebako” (sembilan bahan pokok)
sehari-hari itu sudah susah dan harus antri. Disisi lain, suara protes
dari tokoh masyarakat seperti Amien Rais, Megawati, jenderal pensiunan,
intelektual, dsb, itu semakin keras, semakin blak-blakkan dan semakin
sering dimuat media. Tapi sebagian orang kecil justru jadi sinis. Beberapa
bilang, “Aachh! Omong doang!” Sebagian lagi sudah begitu marah lalu jadi
gampang kalap. Seperti yang terjadi di Bandung hari Senin lalu (5 Jan).
Bagaimana Pak Ben memahami empat gejala ini: ekonomi makin anjlok, omongan para tokoh makin keras, media makin berani dan orang kecil makin marah? Lanjut membaca
Ben Anderson tentang Lengser Keprabon
Date: Tue, 25 Nov 1997 12:03:58 -0500 (EST)
To: apakabar@clark.net
From: ba16@cornell.edu (Ben Abel)
Subject: IND: Ben Anderson ttg Lengser Keprabon (1/4)
BEN ANDERSON TENTANG “LENGSER KEPRABON”
Ben Anderson adalah guru ilmu politik di Cornell. Kami mulai wawancara
panjang ini dengan membahas keadaan sekarang, lalu coba melihat pidato
“Lengser Keprabon” itu dalam konteksnya. Menurut Pak Ben, “Kalau Suharto
ngomong secara spontan selalu yang nampak adalah kejawennya. Dari mulut dan
benaknya keluar konsep-konsep yang sama sekali tidak berhubungan dengan jaman modern. Kalau mau pakai bahasa kasar, dia itu lagi kebadaran.” Lanjut membaca
Ken Angrok – Berandal yang Menjadi Raja
Hersri Setiawan
Surat Negri Kincir
Sebuah Tinjauan
KEN ANGROK – BRANDAL YANG MENJADI RAJA
untuk Henk Maier
AROK-DEDES
Pramoedya Ananta Toer (Hasta Mitra 1999)
PRAMOEDYA ANANTA TOER kembali tampil pada pembacanya dengan dia punya “karya Pulau Buru”. Kali ini sebuah roman dengan latar belakang sejarah Jawa dari kurun jaman yang agak tua: Abad ke-13. Lanjut membaca
$uharto Orang Jawa yang ‘Ora Jawa’
Hersri Setiawan
$uharto Orang Jawa yang ‘Ora Jawa’ 1
“Butir-Butir Budaya Jawa” – Hardiyanti Rukmana
(ditulis lagi untuk Mas Permadi SH + Mas Wahana)
Pengantar
ARTIKEL di bawah ini sebenarnya sebuah tulisan lama, tidak lama sesudah buku hasil suntingan Hardiyanti Rukmana itu terbit, dan pernah saya siarkan melalui majalah “Arah” 1988 No.4. (Sayang salah satu majalah kaum eksil Indonesia di Belanda, yang pernah terbit di Amsterdam, sudah berhenti terbit sejak beberapa waktu yl.). Saya orbitkan lagi, dengan ubahan dan tambahan sana sini, karena saya tidak percaya yang, seperti sementara orang mengatakan, “ngelmu kejawen” $uharto sangat tinggi. Misalnya tulisan seseorang, melalui internet, yang sambil memperingatkan sekaligus melecehkan “ngelmu” nya Bung Gendeng Pamungkas. Lanjut membaca